Di Pangandaran, tim media mengunjungi Climate Field Lab dan sejumlah desa dampingan untuk melihat berbagai inovasi, seperti pengendalian hama ramah lingkungan, bank benih, budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), pemanfaatan azolla, serta pengembangan usaha rumah tangga oleh Kelompok Wanita Tani Srikandi Mandiri.
Kunjungan kemudian berlanjut ke Kabupaten Cilacap. Di Desa Cimrutu dan Desa Ujunggagak, mereka mendokumentasikan berbagai upaya masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim, mulai dari pencatatan data iklim, pengembangan varietas padi toleran iklim, penyimpanan benih, hingga diversifikasi usaha ternak sebagai sumber pendapatan alternatif.
Tim media juga mengunjungi kelompok usaha rumah tangga di Desa Paledah dan Desa Ciganjeng yang berhasil mengembangkan berbagai produk olahan berbasis potensi lokal dan memperluas akses pasar melalui dukungan program JAMTANI.
Belajar dari Petani, Menguatkan Harapan
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, tim media menghadiri Sekolah Lapang Iklim Petani di Farmers Field Lab. Kegiatan ini memperlihatkan bagaimana petani menggabungkan pengetahuan lokal dan ilmiah melalui analisis agroekosistem, pembelajaran ekologi tanah, dan praktik pertanian terpadu.
Melalui kunjungan ini, tim media memperoleh gambaran langsung mengenai dampak program-program yang dijalankan JAMTANI bersama masyarakat. Berbagai inovasi yang dikembangkan tidak hanya meningkatkan kapasitas adaptasi terhadap perubahan iklim, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan, menciptakan peluang ekonomi baru, dan menumbuhkan semangat generasi muda untuk membangun pertanian yang tangguh dan berkelanjutan.