Babakan, Maret 2026 — JAMTANI menerima kunjungan dari tim Christian Commission for Development in Bangladesh (CCDB) dalam rangka pembelajaran dan pertukaran pengalaman terkait pengembangan pertanian ramah iklim (net zero), pemberdayaan masyarakat, serta penguatan usaha berbasis komunitas petani. Kegiatan kunjungan berlangsung selama dua hari efektif, pada 30–31 Maret 2026.
Pada hari pertama, rombongan tim CCDB tiba di Sekretariat JAMTANI dengan agenda presentasi dari Direktur JAMTANI mengenai konsep program, pengalaman, serta diskusi terkait program adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, pengurangan risiko bencana, serta advokasi berbasis bukti (evidence-based advocacy) di wilayah dampingan JAMTANI. Selanjutnya, kegiatan difokuskan pada pengalaman langsung melihat berbagai praktik terbaik (best practices), termasuk observasi praktik pertanian dan industri rumah tangga.
Setelah sesi diskusi, tim CCDB mengunjungi Climate Field Lab JAMTANI untuk melihat secara langsung berbagai inovasi dan praktik pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim. Dalam kunjungan tersebut, peserta diperkenalkan pada laboratorium indoor untuk penilaian ekologi tanah, penggunaan alat uji tanah sawah (PUTS dan PUTK), bank benih, insektarium, herbarium, agen hayati, alat ukur emisi, serta berbagai peralatan pendukung sekolah lapang iklim. Selain itu, tim CCDB juga mempelajari berbagai unit usaha, seperti produksi telur asin, budidaya melon dengan sistem fertigasi, peternakan dan pakan alternatif, budidaya ikan hemat air dan listrik, SALEMBER, bio-decomposer, pupuk briket organik, hingga teknologi pompa tali air.
Memasuki hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke Desa Bojong, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah industri rumah tangga opak bakar tradisional yang memanfaatkan melimpahnya kelapa di Dusun Karangnangka. Usaha ini menjadi salah satu bentuk pengembangan usaha lokal berbasis pangan untuk meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap dampak negatif perubahan iklim.
Kegiatan kemudian berlanjut ke Kelompok Tani Mukti 2 di Sukasari yang menerapkan pengendalian hama dan penyakit tanaman secara ramah iklim. Dalam sesi ini, peserta mempelajari berbagai inovasi, seperti pemanfaatan berbagai jenis agen hayati, penggunaan bumbung konservasi untuk pelestarian musuh alami dan pengendalian hama penggerek batang pada tanaman padi, praktik pembuatan perangkap walang sangit dari limbah botol plastik, serta pemanfaatan eco-enzyme dalam praktik pertanian.
Pada siang hari, tim CCDB mengunjungi Kelompok Wanita Tani Srikandi Mandiri untuk melihat kegiatan budidaya sayuran dan pengembangan industri rumah tangga yang memanfaatkan potensi lokal bernilai ekonomi tinggi. Kegiatan tersebut didukung dengan penggunaan tungku hemat energi sebagai teknologi untuk mengolah berbagai produk. Selain melihat aktivitas pengolahan produk, peserta juga berdiskusi mengenai aspek legalitas usaha, analisis bisnis, dan pencatatan keuangan sebagai upaya memperkuat keberlanjutan usaha industri rumah tangga.
Melalui kunjungan ini, JAMTANI berharap tercipta pertukaran pengetahuan dan pengalaman yang dapat memperkuat kolaborasi dalam pengembangan pertanian berkelanjutan, ketahanan pangan, serta pemberdayaan masyarakat berbasis iklim di tingkat lokal maupun regional.