Surabaya, 17 November 2025 — Jaringan Masyarakat Tani Indonesia (JAMTANI) melalui Unit PAMOR Pangandaran berpartisipasi dalam kegiatan Business Meeting bertajuk “Relasi Pasar & Produsen Produk Organik di Tengah Perubahan Iklim dan Ketidakpastian Situasi Global” yang diselenggarakan oleh Aliansi Organis Indonesia (AOI) di Surabaya.
Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan produsen organik, pelaku pasar, pemerintah, serta unit PAMOR dari berbagai wilayah guna memperkuat jejaring pasar dan merumuskan strategi adaptasi pemasaran produk organik di tengah tantangan perubahan iklim dan ketidakpastian ekonomi global. Diskusi menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun rantai nilai produk organik yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.
Dalam sesi lokakarya, para narasumber dari AOI, ritel modern, sektor perhotelan dan restoran (HOREKA), serta pasar sehat berbagi pengalaman terkait peluang dan tantangan pemasaran produk organik. Menguatnya tren gaya hidup sehat pascapandemi, meningkatnya peran generasi muda sebagai konsumen potensial, serta terbukanya peluang pasar melalui ritel modern dan sektor HOREKA menjadi sejumlah poin penting yang mengemuka dalam forum ini.
Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi business pitching, di mana unit-unit PAMOR mempresentasikan produk organik unggulannya kepada calon mitra pasar. Sesi ini membuka peluang kemitraan baru sekaligus memperkuat kapasitas produsen dalam menyampaikan nilai tambah, cerita, dan keunikan produk organik berbasis petani.
Sebagai tindak lanjut, Unit PAMOR JAMTANI Pangandaran merumuskan sejumlah langkah strategis untuk memperkuat posisi produk organik di pasar. Langkah tersebut meliputi upaya memperkuat kapasitas produksi dan konsistensi pasokan melalui peningkatan kualitas produksi organik, keberlanjutan panen, serta perbaikan dokumentasi PGS agar mampu memenuhi kebutuhan ritel modern, komunitas sehat, dan sektor HOREKA.
Selain itu, Unit PAMOR JAMTANI Pangandaran akan membangun kemitraan pasar dengan ritel dan sektor HOREKA, diawali dengan pendataan hotel-hotel di wilayah Pangandaran dan sekitarnya. Pada tahap awal, kemitraan difokuskan pada hotel lokal yang memiliki persyaratan kerja sama lebih sederhana, sistem pembayaran lebih fleksibel, serta volume permintaan yang sesuai dengan kapasitas produsen. Setelah berjalan stabil, pengembangan kemitraan akan diarahkan ke hotel berskala besar dan jaringan nasional.
Upaya lain yang akan dilakukan adalah optimalisasi storytelling dan promosi digital melalui pengembangan konten video singkat yang menampilkan praktik organik, prinsip keberlanjutan, dan proses panen untuk memperkuat kepercayaan konsumen. JAMTANI juga mendorong pelibatan generasi muda (Gen Z) melalui kegiatan tur kebun, lokakarya, dan program relawan pertanian organik sebagai bagian dari edukasi pangan sehat.
Untuk memperluas dampak, Unit PAMOR JAMTANI Pangandaran akan mengembangkan kolaborasi lintas komunitas dan pelaku usaha lokal, termasuk UMKM pangan sehat, komunitas lingkungan, kelompok seni, dan tenaga psikolog, guna menciptakan inovasi pemasaran yang lebih kreatif dan inklusif. Dalam jangka menengah, Pangandaran juga didorong menjadi showcase “Ekosistem Organik Terpadu” melalui pengembangan demplot edukasi, sentra promosi produk organik, serta kegiatan rutin seperti festival pangan sehat yang dapat menarik wisatawan dan pembeli.
Melalui rangkaian upaya ini, JAMTANI menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran petani organik dalam sistem pangan nasional yang berkelanjutan, adaptif terhadap perubahan iklim, dan berkeadilan.