Materi sosialisasi mencakup pengenalan tujuan PCRA+PACDR, metode pengumpulan data, hingga mekanisme pelaksanaan diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion/FGD). Selain itu, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai tahapan tindak lanjut yang akan dilakukan, seperti pengambilan data lapangan, pelatihan enumerator, serta penyusunan peta risiko bencana iklim dan potensi berbasis partisipasi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, JAMTANI berharap masyarakat pada dua desa tersebut dapat lebih memahami dampak perubahan iklim sekaligus terlibat aktif dalam proses identifikasi risiko dan penyusunan rekomendasi strategis yang adaptif dan relevan berdasarkan kondisi lokal sebagai upaya pengurangan risiko bencana iklim dan penguatan ketahanan masyarakat di wilayah Kabupaten Pangandaran.